Hari Film Nasional, Komisi III LSF Jalin Kerjasama dengan 24 Perguruan Tinggi

GENIAL. Dalam momentum Hari Film Nasional (HFN) yang ke 71, tahun 2021. Komisi III Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, melakukan percepatan dan akselerasi sosialiasi Gerakan Budaya Sensor Mandiri, melalui kerjasama dengan Perguruan Tinggi, sebagai implementasi dari konsep merdeka belajar dan kampus merdeka.

Menurut Ketua Komisi III LSF, Naswardi, Lembaga Sensor Film (LSF) memiliki program prioritas dalam penyensoran, pemantauan dan sosialisasi. Ia juga menjelaskan bahwa dalam sosialisasi budaya sensor mandiri, LSF telah mencanangkan konsep catur aksi budaya sensor mandiri yakni menginisiasi gerakan budaya sensor mandiri menjadi gerakan nasional, kampanye budaya sensor mandiri secara masif, penelitian dan penyusunan indeks kepatuhan sensor serta penguatan kerjasama antar lembaga.

Acara yang digelar di Hotel Sahid Jaya Jakarta Pusat ini, LSF meresmikan penandatanganan nota kesepakatan bersama dengan 24 rektor perguruan tinggi, yang dihadiri dan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid.

Menurut Menko PMK, Muhadjir Effendy, LSF harus meningkatkan kualitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsi, karena kehadiran LSF sangat dibutuhkan untuk menjaga nilai luhur Bangsa melalui industri perfilman serta mencitrakan keunggulan Indonesia ke dunia internasional melalui Film.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas inovasi dan kerja-kerja cerdas yang dilakukan oleh LSF.

“Membangun kalaborasi dengan perguruan tinggi adalah pilihan tepat untuk mengkampanyekan budaya sensor mandiri, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya literasi tontonan, menonton film sesuai dengan klasifikasi usianya,” ujar Meutya.

Meutya Viada Hafid juga menyambut baik konsep catur aksi budaya sensor mandiri yang digagas Ketua Komisi III LSF dan mendukung budaya sensor mandiri menjadi gerakan nasional.

Rektor Perguruan Tinggi yang menandatangani nota kesepakatan bersama dengan LSF diantaranya Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Jember, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, Universitas Tanjung Pura Pontianak, Universitas Islam Negeri Gunung Djati Bandung, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Institut Seni Indonesia Denpasar, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Al Azhar Jakarta, Universitas Al Asyariah Mandar, Universitas Islam Malang, Universitas Mercu Buana Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Nahlatul Ulama Indonesia, Universitas Nasional, Universitas YARSI dan Akademi Film Yogyakarta.

Naswardi juga menambahkan, bahwa kerjasama strategis tersebut, diharapkan kualitas dan kuantitas perfilman, penyensoran dan sosialiasasi budaya sensor mandiri semakin baik dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Karena aksi dan sosialiasi budaya sensor mandiri dapat disinergikan dengan aktivitas tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk program bersama. Misalnya di bidang pendidikan, pengajaran, pengabdian masyarakat dan penelitian, penempatan magang mahasiswa serta kegiatan ilmiah lainya,” pungkas Naswardi.[***]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *